Debu debu Sirte beterbangan
Membawa berita memilukan
Sang kolonel telah tewas mengenaskan
Tubuhnya yang ringkih tak berdaya, diseret seperti binatang
Lalu mereka meneriakkan "Allahu Akbar" tanpa malu pada Allah
Lalu mereka meneriakkan "Allahu Akbar" tanpa malu pada Allah
Ah kolonel,
Gayamu yang nyetrik,
Suaramu yang lantang menghujat barat,
Dan ide ide kerenmu untuk Afrika & Islam
Akankah berakhir di sini?
Ah kolonel,
Lihatlah rakyatmu sekarang, lihat negaramu,
Apakah kau sanggup melihat kehancurannya?
Aku takut kolonel, takut melihat Irak jilid 2
Aku takut melihat manusia humanis dan demokratis ala NATO
Aku takut melihat manusia humanis dan demokratis ala NATO
Ah Kolonel,
Apakah kau sudah mengabari rakyatmu?
Tangan-tangan jahat itu hanya berdalih
Atas nama keadilan katanya,
Keadilan yang menyeret tubuhmu yang tak berdaya
Keadilan yang akan merenggut hak hak rakyatmu
Keadilan yang ingin meneguk habis minyak minyak negaramu
Ah Kolonel,
Lihatlah manusia yang katanya humanis itu,
Mereka bahkan mempertontonkan jasadmu,
Mereka tak memakamkanmu,
Mereka masih meneriakkan nama Allah tapa malu,
Ah kolonel,
Lihatlah manusia yang katanya humanis itu,
Mereka bahkan mempertontonkan jasadmu,
Mereka tak memakamkanmu,
Mereka masih meneriakkan nama Allah tapa malu,
Ah kolonel,
Selamat jalan,
Semoga Allah mengampuni dosa dosamu
Semoga rakyatmu sadar sebelum terlambat
Apapun itu, kau pantas untuk dikenang
kadang manusia memang lupa untuk memanusiakan manusia
BalasHapusIyya, kadang saat hati ditutupi dendam.
BalasHapusTerima kasih telah berkunjung ^_^